Minggu, 17 November 2013

KALIMAT EFEKTIF DAN KALIMAT TURUNAN (PENGERTIAN, CIRI DAN CONTOH)

Kalimat efektif

jika di jelaskan dari kata ”Efektif” nya itu sendiri tidak jauh dari kata singkat, cepat, hemat.

jadi kalau di jabarkan kalimat efktif adalah kalimat yang dapat menyampaikan pesan secara singkat, lengkap dan mudah di terima oleh pendengar.

dalam penyajian nya kita harus tau mana saja kata yang seharus nya tetap ada agar maksud kalimat tidak berubah dan mana saja kata yang seharus nya di buang agar kalimat menjadi lebih ringkas namun tidak merubah maksud kalimat.

Ciri – Ciri dan Contoh kalimat Efektif :

penekanan
perlakuan menonjolkan ide pokok dari kalimat

contoh:

-          dapat kah mereka mengerti maksudku ?



kehematan
maksud nya adalah hemat dalam menggunakan kata, frase, atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu. tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa

contoh:

-          dia  menunggumu sejak dari pagi (tidak efektif)

-          dia menunggumu sejak pagi (efektif)



kesatuan gagasan
maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang di sampaikan tidak terpecah-pecah

contoh:

-          makalah ini membahas tentang teknologi fiber optik (tidak efektif)

-          makalah ini membahas teknologi fiber optik (efektif)



kesejajaran
maksudnya adalah penggunaan kata imbuhan dalam kalimat

contoh:

-          harga sembaku ke naikan secara luwes (tidak efektif)

-          harga sembako di naikan secara luwes (efektif)



kelogisan
maksudnya agar ide kalimat dapat dengan mudah dipahami sesuai ejaan yang berlaku

contoh:

-          untuk mempersingkat waktu, kita teruskan sekarang (tidak efektif)

-          untuk menghemat waktu, kita teruskan sekarang (efektif)



kecermatan
maksudnya agar tidak tidak menimbulkan tafsiran ganda

contoh:

-          mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (tidak efektif)

-          mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif)





KALIMAT  TURUNAN

Pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata seperti aturan – aturan yang lain Berikut informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut.

Jenis imbuhan

Jenis imbuhan dalam Bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:

1. Imbuhan sederhana; hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran.

a. Awalan: me-, ber-, di-, ter-, ke-, pe-, per-, dan se-

b. Akhiran: -kan, -an, -i, -lah, dan –nya

2. Imbuhan gabungan; gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran.

a. ber-an dan ber-i

b. di-kan dan di-i

c. diper-kan dan diper-i

d. ke-an dan ke-i

e. me-kan dan me-i

f. memper-kan dan memper-i

g. pe-an dan pe-i

h. per-an dan per-i

i. se-nya

j. ter-kan dan ter-i

3. Imbuhan spesifik; digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing).

a. Akhiran: -man, -wan, -wati, dan -ita.

b. Sisipan: -in-,-em-, -el-, dan -er-.



Awalan me-Pembentukan dengan awalan me- memiliki aturan sebagai berikut:

tetap, jika huruf pertama kata dasar adalah l, m, n, q, r, atau w.
Contoh: me- + luluh → meluluh, me- + makan → memakan.

me- → mem-, jika huruf pertama kata dasar adalah b, f, p*, atau v.
Contoh: me- + baca → membaca, me- + pukul → memukul*, me- + vonis → memvonis, me- + fasilitas + i → memfasilitasi.

me- → men-, jika huruf pertama kata dasar adalah c, d, j, atau t*.
Contoh: me- + datang → mendatang, me- + tiup → meniup*.

me- → meng-, jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal, k*, g, h.
Contoh: me- + kikis → mengikis*, me- + gotong → menggotong, me- + hias → menghias.

me- → menge-, jika kata dasar hanya satu suku kata.
Contoh: me- + bom → mengebom, me- + tik → mengetik, me- + klik → mengeklik.

me- → meny-, jika huruf pertama adalah s*.
Contoh:me- + sapu → menyapu*.



Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus:

Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal.
Contoh: me- + tipu → menipu, me- + sapu → menyapu, me- + kira → mengira.

Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan.
Contoh: me- + klarifikasi → mengklarifikasi.

Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna.
Contoh: me- + konversi → mengkonversi.



Aturan khusus, Ada beberapa aturan pembentukan kata turunan nya, yaitu:

1. ber- + kerja → bekerja (huruf r dihilangkan)

2. ber- + ajar → belajar (huruf r digantikan l)

3. pe + perkosa → pemerkosa (huruf p luluh menjadi m)

4. pe + perhati → pemerhati (huruf p luluh menjadi m)





referensi :

buku bahasa indonesia SMA

http://www.wikipedia.com

http://bimandika.tumblr.com/post/12106111320diksi-dan-kalimat-efektif

http://rizkyanraguta.blogspot.com/2013/10/diksi-kalimat-efektif-dan-kalimat.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar